“Yuk, Santap Kebab Turki! Yummy!!!”

“Yuk, Santap Kebab Turki! Yummy!!!”


Kalau sudah keasyikan jalan-jalan, urusan makan selalu jadi nomor dua. Disamping susahnya dapat nasi, kadang-kadang bisa lupa juga kalau ternyata perut sudah lapar. Maklum lah.... lagi excited jalan-jalan nih hahaha. Yuk, sini ikut aku! Kita rakus bareng-bareng makan daging puas-puas di Istanbul. Mumpung harga Daging lagi banting harga!!!

Sebenarnya bukannya banting harga juga sih, tapi harga daging di sini memang super murah banget. Bagi yang hobi makan sayur, mending ditahan dulu aja deh, karena harganya lumayan mahal!

Mungkin karena lahan di Istanbul untuk bercocok tanam kurang cocok. Walaupun ada, tetapi tidak banyak lahan yang tanahnya cocok untuk bertani. Oleh sebab itu, harga sayur lebih mahal dibandingkan harga daging. Beli Donner (Aneka kebab Turki) saja 2 TL (10 Ribu) dibandingkan beli sayur, yang kalau nggak salah berkisar 4 TL lah (20 Ribu). Nah, gimana menurut kalian? Masih mau diet makan sayur-sayuran dengan porsi sedikit?

Karena harganya sangat bersahabat dengan kantong saya, jadi disini nggak papa kali ya sering-sering memanjakan lidah hihihi...

Rugi banget kalau ke Turki nggak makan kebab Turki, karena sekarang sudah waktunya untuk makan siang. 

Mari kita masuk ke restoran yang satu ini! 
Wow, daging-daging semua nih di dalam sini.


Baru aja duduk manis di kursi, dan 5 menit yang lalu pesan makanan, sekarang sudah datang pesanannya. Serius, cepat banget!!!
Well, Aku lupa nama kebab ini apa, soalnya Kebab itu banyak banget jenisnya di sini. Kalau kita beli kebab di Indonesia, tinggal sebut saja ‘kebab’ mereka langsung membuatnya. Nah, di Istanbul sendiri, aneka jenis kebab itu memiliki beraneka ragam nama guys, seperti donner, iskander dan masih banyak lagi. Ibaratkan nama ‘Kebab’ itu sebagai Main ideanya lah.
Karena donner biasanya disajikan dalam porsi yang lumayan kecil, jadi cepet banget rasa lapar menyerang lagi, maklum nggak nyentuh nasi beberapa hari ini.
Sekarang aku mau mencicipin dulu kebab yang satu ini nih. Oh iya, harga kebab ini 7 TL guys, atau (35 Ribu). Tapi itu sudah termasuk ayran-nya (minuman fermentasi dari Yogurt). Murahkan? Nah, kata anak-anak PPI disini, rata-rata orang yang berwisata ke Istanbul dan mahasiswa yang masih baru beberapa bulan disini, mereka pada nggak suka minum ayran. Mungkin karena rasanya yang asem itu kali ya.....

But, overall to me, ayran cocok banget di lidah dan tenggorokanku, segar banget! Beberapa hari di Istanbul, kalau haus ya ayran dong minumnya hahaha..... Ayran ada yang disajikan dalam bentuk kemasan dan juga diproduksi sendiri oleh pihak restoran. Tapi rasanya super enak di lidah menurutku. Coba saja nanti minum ayran deh kalau berwisata ke Turki. Karena orang-orang Turki itu nggak bisa hidup tanpa Cay (Teh Turki) dan Ayran, mereka menjadikan dua minuman tersebut menjadi minuman pokok. Berarti aku udah bisa disebut orang Turki kan?
Kembali ke kebab!!! Bumbu-bumbu yang di depan kebab itu adalah saosnya, mirip sekalikan dengan isi martabak? Rasanya super lezatos!!! 
Oh iya, kalau di Indonesia pas kita beli kebab, pasti kulitnya pasti sudah digulung oleh penjualnya, tapi di sini kita harus menggulung sendiri. Mungkin tidak semua jenis kebab yang kita gulung sendiri kulitnya. Tapi, rata-rata makan kebab di Istanbul itu kebanyakan kita sendiri yang menggulung kulitnya. Walaupun jadinya berantakkan, tapi asik juga kan bisa mencoba sendiri? Siapa tau kalian punya bakat terpendam dalam gulung-menggulung, kan bisa diterusin mendaftarkan diri di Master chef season 4? 

Anyway, sebenarnya di balik daun selada itu ada cemilan yang berisi daging, ukurannya lumayan kecil seperti kerang laut.


Yuk, santap dulu!  
Press the orange ke cemilannya..........
Nyam...nyam..nyam.......
Aduh! Perih banget di bibir. 
Sumpah bibir yang pecah-pecah ini sangat mengganggu keleluasaan mulut dalam berkuliner. Mungkin karena iklim di sini yang sangat dingin berkisar 9oC, jadi jarang mandi hahaha... Mungkin panas dalam, kali ya?
Dan orang-orang Turki itu juga jarang mandi guys, sumber informasi ini berasal dari pengakuan teman sekamar, ya....haha..... Padahal ada air hangat sebenarnya. Tapi, aku juga melihat sendiri kalau mereka memang jarang mandi. Karena di dalam satu apartement aku juga tinggal bersama mahasiswa-mahasiswa asal Turki. But, semprot parfum aja bereskan?
Info!
So, disarankan bagi kalian yang berasal dari iklim tropis untuk membawa lip gloss ya! bukan cuma cewe saja di sini yang pakai lip gloss, tapi cowoknya juga pakai lip gloss, biar bibir nggak pecah-pecah. Tapi, bagi mereka yang terbiasa dengan cuaca dingin sih nggak usah juga nggak masalah. Karena kita kan orang tropis, jadi iklim di sini yang mencapai 9oC itu dingin banget. Mungkin bagi mereka yang beriklim sub-tropis, yah iklim segini hanya sekedar sejuk.

Panas dalam ini memang sungguh menyiksa!!! Makan apa aja perih. Apa lagi di Turki rata-rata menu makanan pasti ada lemonnya.
Lip Gloss pokoknya penting banget ya. Itu kalau kita datang pas winter dan spring, kalau summer mah nggak usah. Kalau bibir yang pecah-pecah dan berdarah, nantikan bakal mempengaruhi hasil photo selfie kalian, Sayangkan? Tempatnya sudah bagus-bagus, tapi bibir merah pecah-pecah. Ah kalau tau gini aku harus beli lip gloss dari hari pertama, soalnya baru dikasih tau pas bibir sudah pecah-pecah.


Well, Kembali ke Kebab!
Akhirnya aku nggak bisa melahap habis kebab ini. Karena porsinya yang lumayan banyak, terpaksa harus kurelakan tersisa di piring.
Kebab Turki enak banget!!! Tinggal nyesuain budget aja sih... harganya juga bervariasi. Harganya berkisar dari 2 TL sampai 10 TL-an. Tapi kalau kalian mau makan nasi juga ada sih. Cuman agak sulit mencarinya di daerah Eropa, terutama dekat kawasan wisata. Mungkin berjalan kaki beberapa ratus meter, kalian akan menemukan restoran yang menyediakan menu makanan nasi ayam ala Turki. Harganya berkisar dari 8 TL sampai 10 TL lah, tapi belum termasuk minumannya ya....

Makan siang selesai.
Cuacanya yang super dingin....
Perut sudah kenyang.....
Daya mata sudah setengah Watt.......
Kasur mana kasur????

3 komentar:

  1. weeeee ... jangan sampe urusan makan terlupakan, justru ketika traveling menyatu dengan wisata kuliner itu baru syedaaapppp ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih miss, tapi kadang kadang terbengkalai gara gara menggila jalan-jalannya hahaha :D

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus