"Potret Terlarang Jejak Dracula"



 "Potret Terlarang Jejak Dracula"



Hanya demi photo ini, aku hampir celaka.
Ah, untung saja aku tidak ditendang ke luar dari Istana Topkapi ini. Walaupun berada di sebuah ruangan yang sudah jelas dilarang untuk mengambil gambar, bagaimana bisa aku menahan jari ini untuk tidak menekan tombol camera? Sumpah!!! semua yang ada di sini sangat menggugah dan membunuh para photographer.
Seperti halnya pedang-pedang yang berbaris rapi tepat di depanku. Pedang-pedang di dalam kaca ini adalah pedang-pedang yang paling besar dan panjang di antara pedang-pedang yang lainnya.
Tentu banyak sekali catatan sejarah di balik  pedang-pedang yang mengakar di tangan tuannya. Kini, pedang-pedang itu telah rapi beristirahat dari jutaan ceritanya selama berabad-abad dalam peperangan.

Finally, berhasil ku potret kalian!!!






Sekarang adalah giliranku untuk mengabadikannya dalam catatan sejarah.
Pedang Crusader.......
Atau lebih dikenal dengan pedang pasukan tentara Salib...
Sudahkah kalian melihatnya dengan jelas?
Pedang Crusader – pedang pasukan salib itu?
Yes.....
Tahukah kalian bahwa pedang ini telah membunuh ribuan, bahkan ratusan ribu kepala tentara Islam jaman dahulu?
Masih belum tahu tepatnya pedang ini milik siapa. Apakah pedang ini milik sang Dracula itu? Ataukah prajuritnya? Yang jelas, pedang ini adalah milik kaum Crusader.
Sebuah kebohongan, apabila diceritakan secara terus-menerus maka lama kelamaan akan menjadi kebenaran. Itulah yang terjadi dengan kisah Dracula. Selama ini mitos yang berkembang menyebutkan bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih.
Berbagai judul film dan buku telah diproduksi untuk membenarkan mitos itu. Tapi apakah mitos itu memang benar adanya?
Aku yakin kalian pasti tahu sejarah penaklukkan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih yang meluluh-lantakkan benteng-benteng raksasa itu, iya kan?



Tentu kisah itu banyak sekali diulas di buku-buku sejarah peradaban Islam. Akan tetapi, masih ada kisah lain, yang tentu saja tidak kalah dahsyat dengan penaklukan Konstantinolel, yaitu ketika sang Sultan dan pasukannya dapat membantai Dracula. Entah apa yang terjadi kemudian, sehingga kisah ini dibelokkan oleh Barat, sehingga tak jelas lagi siapa yang membunuh Dracula. Justru yang berkembang kemudian adalah kisah bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih, bukan oleh tebasan pedang pasukan Mehmed II. Benarkah? 

Menurut versi film Dracula Untold, iya memang benar....
Tetapi menurut kaca mata sejarah, tentu tidak........
Siapa sih tokoh Dracula itu?
Dracula.................
Dracula (Count Dracula) atau nama aslinya Vlad Tsepes III (1431 – 1476 M) lahir di benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania pada bulan November atau Desember 1431 M sekitar abad pertengahan.
Sejarah munculnya nama Dracula. Vlad II, ayah sang Dracula, dijadikan anggota Orde Naga oleh Sigismund Raja Honggaria. Orde naga ini pada awalnya adalah kelompok persaudaraan, di mana tempat berkumpulnya para pendeta untuk mengajarkan Taurat. Tapi, dikemudian hari Orde Naga ini menjadi semacam benteng Pasukan Salib untuk melawan Islam yang pada masa itu berada di bawah naungan Khilafah Islam Utsmaniyah (Ottoman seperti kata orang Eropa) yang berpusat di Islambul (Istambul), Turki.

Ke manapun Vlad II ini pergi, ia selalu memakai lencana bergambar naga. Sehingga ia sering dipanggil Vlad Dracul. Dalam bahasa Rumania, Dracul artinya naga.
Sebagai panglima pasukan Salib, Dracula telah berhasil membantai ratusan ribu umat Islam di Wallachia dan sekitarnya. Korban-korban tersebut disula dan ditusuk dari bagian anus hingga tembus perut, leher, punggung, hingga kepala, dan mayatnya dibiarkan membusuk di kayu sula. 

Masih ingat film Dracula Untold di menit-menit awal filmnya? Ketika prajurit-prajurit Dracula dan umat-umatnya yang bergantungan tertusuk kayu, dan ribuan mayat yang tergeletak di tanah?
Hah, kaum Dracula?
Tapi kan dalam film itu diceritakan bahwa yang membunuh adalah pasukan Ustmaniah Turki. Mengapa ceritanya dibalik ya? Apakah ini kekuatan media yang dipergunakan untuk meruntuhkan pandangan baik dunia terhadap Islam?
Well, semenjak menonton film itu aku mulai menyadari bahwa mempelajari sejarah itu sangatlah penting, terutama sejarah peradaban dunia dan sejarah peradaban Islam. Mengapa? 

Bacalah!!! Jika kalian masih menginginkan kebenaran.........
Walaupun film itu hanyalah skenario, menurutku itu adalah pembalikkan fakta sejarah secara habis-habisan, sehingga akhirnya pasukan Islamlah yang disangka sebagai pembantai ribuan umat agama lain. 

Kembali ke laptop...

Jadi, sepak terjang Dracula itulah yang membuat Sultan Mehmed II sebagai penguasa Islam waktu itu bertekad untuk menangkap Dracula hidup atau mati.

Pertempuran pun terjadi antara Sultan Mehmed II dengan Dracula, The Night Attack (Sergapan Malam), merupakan pertempuran yang paling populer. Pada tengah malam, Dracula dan pasukannya menyergap pasukan Sultan Mehmed II. Pertempuran sengit pun terjadi. Pada awalnya, pasukan Dracula berhasil mendesak pasukan Sultan Mehmed II; bahkan Sultan Mehmed II pun hampir terbunuh di pertempuran  ini.
Akan tetapi, dengan kemampuan Sultan Mehmed II yang sudah terjun ke dalam berbagai medan pertempuran, membuatnya bisa membalikkan keadaan. Pada akhirnya, Dracula itu takluk di tangan sang Sultan di tepi danau Snagov. Kemudian kepala Dracula di bawa ke Konstantinopel.

Sang ayah, Sultan Murad II, yang gagal menaklukkan Konstantinopel dan juga peperangannya melawan Dracula, akhirnya dituntaskan oleh sang anak dengan usianya yang masih sangat muda.

Di usianya yang ke - 19 tahun, beliau telah naik tahta menjadi Sultan Ustmani.

Kemudian, pada usianya yang ke - 21 tahun, beliau telah menaklukkan Konstantiopel – tepatnya pada tahun 1453 M, dan berhasil menuntaskan amanat Rasul, sekaligus mimpi umat Islam selama delapan abad.

Dan pada tahun 1476 M, beliau berhasil menaklukkan Dracula.

Seorang pemuda yang sangat luar biasa.

Muhammad Al-Fatih.














2 komentar: