“Berpetualang Ke Istanbul, Naik apa? Habis berapa? Tips?”


“Berpetualang Ke Istanbul, Naik apa? Habis berapa? Tips?”

Apakah anda orang selanjutnya yang akan memecahkan rekor tercepat dalam perjalanan lintas benua? Satu hari, satu kota, dua benua.  Memang benar–benar ada? Ada! Nah, kota ini menjadi satu-satunya kota di dunia yang berdiri mengangkangi dua benua sekaligus. Selat Bosphorus membelah kota ini menjadi dua wilayah di dua benua berbeda. Di sisi barat merupakan bagian dari wilayah Eropa, sementara bagian timur termasuk wilayah Asia.

Kota itu adalah Istanbul, tak hanya memiliki dua wajah, kota ini menjadi salah satu tujuan wisata kelas dunia, karena masih menyisakan jejak dari beberapa peradaban dimasa lampau yang berhasil menyedot ribuan wisatawan asing yang berkunjung setiap bulannya. 

Tempat – tempat yang wajib di kunjungi!
Berikut adalah tempat – tempat wisata yang aku rekomendasikan untuk kalian yang berencana bewisata ke Istanbul;
Blue Mosque, Masjid dengan 6 menara yang menjulang tinggi ke angkasa ini berhasil menculik perhatian setiap orang yang berada di kawasan Sultan Ahmed. Dibangun pada tahun 1609 M, masjid ini dihiasi dengan khas ornamen tradisional Ottoman, yang dilengkapi dengan pilar-pilar marmer dan lebih dari 200 jendela kaca patri dengan berbagai desain yang memancarkan cahaya dari luar dengan dibantu chandeliers, sungguh luar biasa masjid ini! 

Tidak ada pungutan biaya untuk masuk ke dalam. Karena masjid masih aktif digunakan sebagai tembat untuk beribadah. Untuk non-muslim? Tidak ada larangan pula untuk non-muslim yang ingin berkunjung ke masjid ini. Setiap orang diwajibkan untuk berpakaian sopan, untuk perempuan diwajibkan untuk mengenakan hijab, dan kita harus melepas alas kaki untuk masuk ke dalam masjid.
Baca juga catatan ini : "Merasakan Atmosfer Tahun 1609"
Hagia Sofia, gereja yang dibangun pada tahun  537 ini benar – benar sangat menyihir para wisatawan untuk masuk ke dalam. Beralih fungsi menjadi masjid pada tahun 1453 setelah runtuhnya Konstantinopel, dan menjadi museum pada tahun 1935. Di dalam sana kalian akan melihat catatan perjalanan Yesus, lukisan bunda maria dan kemegahan interior yang berpendar keemasan. Namun, suasana mendadak berubah ketika kita memasuki pintu ke aula utama di lantai dasar. 



Dua buah lempengan bundar raksasa tergantung di atas pilar-pilar utama,  bertuliskan lafaz ‘Allah’ dan ‘Muhammad’. Luar biasa bukan? Dua mozaik yang bersanding mesra dalam satu tempat ibadah. Museum yang terletak di kawasan Sultan Ahmed ini berhasil menghipnotis setiap pengunjung yang ada di sana. Dengan membeli tiket seharga 30 Lira, kalian sudah bisa merasakan atmosfir di dalam sana. Hagia Sofia beroperasi berkisar pukul 9 pagi sampai dengan pukul 5 sore.
Baca juga catatan ini: "Mengunjungi Hogwartnya Turki"
Basilica Cistern, Sebuah tempat penyimpanan air bawah tanah yang dibangun pada abad ke – 6 dimasa dinasi Byzantium. Disebut juga sebagai “Istana Tenggelam” karena kita harus memasuki ruang bawah tanah untuk melihat keindahan tiang – tiang Romawi tersebut. Pernah mendengar nama Medusa? Di sini lah tempatnya, bangsa Yunani percaya bahwa di sinilah tempat medusa tinggal. 

 

Kalian akan menemukan dua patung kepala medusa di tempat ini. Dengan menghabiskan uang sebesar 20 Lira, Aku yakin kalian pasti akan terkesima di dalam sana. Basilica Cistern berlokasi di kawasan Sultan Ahmed, hanya berjarak beberapa meter dari Hagia Sofia. Basilica Cistern buka pada pukul 10 pagi sampai dengan pukul 7 malam (tentu pukul 7 malam di Istanbul hari masih terang benderang)
Baca juga catatan ini: "Teriakan Dari Abad Ke-6"
Topkapi Palace, istana ini memang sangat menawan. Istana yang menyimpan harta peradaban dari 3 dinasti ini  berhasil menjadi tempat terfavorit para wisatawan yang berkunjung ke Istanbul. Masih terletak di kawasan Sultan Ahmed, kalian hanya menghabiskan uang sebesar 30 Lira saja untuk masuk ke dalam. 


Waktu beroperasi berkisar pukul 9 pagi sampai dengan pukul 5 sore. Istana yang dibangun setelah runtuhnya Konstatinopel pada tahun 1435 M ini tidak beroperasi pada hari senin. Ada apa di sana? Banyak sekali harta peradaban 3 dinasti yang terselubung di dalam istana ini. Tau pedang Crusader? Mau melihat pedang Nabi Muhammad S.A.W? Tongkat Nabi Musa A.S?
Museum Archeology, masih jalan–jalan di kawasan Sultan Ahmed, sekitar 50 meter dari Hagia Sofia, aku recommended museum ini untuk kalian para pecinta sejarah peradaban. Semua artefak peradaban ada di salam sana, dari jaman Romawi sampai jaman Ottoman. Hanya menghabiskan uang sebesar 15 TL saja kalian akan menikmati hamparan artefak, berhala, archeolog dan sisa-sisa rerentuhan tiang bangunan jaman dahulu di dalam museum ini. 


Gulhane, taman bunga yang super memanjakan mata ini, memiliki panorama yang sangat indah dan romantis. Tidak ada pungutan biaya di sini. Taman yang dibangun pada masa dinasiti Ottoman ini memiliki hamparan tulip yang berlimpah ruah dengan corak warna yang beragam. Mau photo selfie di sini?


Bosphorus, selat yang membatasi Istanbul bagian Asia dan Eropa. Menyongsong terbenamnya matahari, sebagai langkah terakhir hari ini, setelah seharian berkelana di kota dua wajah. 


Kita bisa menyantap makan malam disalah satu restoran tepat di pinggir selat Bosphorus. Romantis sekali, melihat gemerlapan lampu yang melekat di jembatan penghubung antar benua itu, memang panorama malam sangat mahsyur menaklukan hati. Ku mantapkan hati untuk perjalanan besok, bergegas ku ke stasiun Marmaray, aku pilih transportasi yang super cepat yang melintasi bawah laut.
Sambil menunggu kereta sampai, ku ambil peta istanbul wilayah Asia diranselku dan ku cari lokasi hotel Marma di wilayah Maltepe. Tidak terasa kurang lebih 10 menit, akhirnya aku berhasil memecah rekor seumur hidupku, dengan sekejab aku berada di benua Asia. 

Berpetualang di satu hari, satu kota, dua benua. Dan sensasi ini takkan pernah kalian jumpai di negara manapun kecuali  di Istanbul. Berpetualang di Istanbul adalah sebuah pengalaman yang luar biasa bagiku. Bagaimana menurutmu? Ingin memecah rekor lintas benua tercepat? Tunggu apa lagi? Kutunggu langkahmu berpetualang di kota dua benua.

Tempat – tempat wisata diatas adalah tempat wisata yang bisa kalian kunjungi dalam satu hari penuh. Dimulai dipagi hari sampai dengan malam hari. Masih banyak tempat – tempat wisata lagi yang akan aku rekomendasikan ke kalian. Seperti istana Dolmabahce, Grand Bazaar, Galata Tower, Pierre Lotte, dan banyak lagi. Ikuti terus catatan "Student Traveler" di Istanbul. Besok akan ku ajak kalian melihat ke indahan Istanbul dari ketinggian. 

Info Penting!
Istanbul adalah negara yang sangat praktis untuk pengurusan visanya, dengan waktu 5 menit kalian sudah mendapatkan E-visa via Online dengan biaya RP 300.000,-. Kalian bisa memilih beberapa maskapai untuk ke Istanbul, yakni ; Garuda Indonesia, Etihad Airways, Malaysia Airlines, Turkish Airlines, Qatar Airlines dan Air France dengan tarif dan transit yang berbeda - beda pula. Kalian juga bisa mendapatkan tarif termurah sampai dengan RP 8.000.000,-  ( pulang – pergi  ) kalau memesan tiket dijauh hari.

Aku rekomendasikan kalian sudah menukar uang Rupiah ke Dollar terlebih dulu sebelum berangkat ke Istanbul agar lebih mudah. Sesampai di Istanbul kalian bisa menukar uang ke Lira. 1 Lira = RP 5.000,-. 1 Dollar = 2,7 L. Ketika sampai di Istanbul kalian wajib punya Istanbul Card, Istanbul Card ini gunanya untuk urusan transportasi, di Istanbul sendiri untuk semua transportasi  (kereta Listrik, Metro, Bus, Tramvay, Marmaray, dll) kita harus membayar dengan Kartu, dengan cara scan barcode kartu tadi ke monitor yang ada di dalam transportasi umum. 

Semua transportasi menghabiskan biaya 2 L sekali jalan. Dan dengan harga 8 L, kalian sudah mendapatkan Istanbul Card. Jika saldonya habis, kalian dapat mengisinya dengan memasukkan uang ke dalam mesin pengisi saldonya yang tersedia dijalanan dengan menempelkan kartu tersebut ke mesinnya (Petunjuk dimesinnya sangat jelas), atau jika ingin praktis, kalian bisa langung ke counter yang ada tulisan Akbil, penjual akan mengisikannya, persis seperti kita membeli pulsa, gampangkan?

Untuk masalah hotel, atau penginapan harganya relatif, dimulai dari 70 L untuk satu malam. Kalau untuk kuliner, di istanbul makanan termurah berkisar 2 L, jadi disesuaikan saja dengan budget yang dibawa.

Waktu paling murah berkunjung ke Istanbul, Turki? kalau anda mencari tiket dan akomodasi murah meriah, bisa berkunjung saat musik dingin, tapi bukan rekomandasi, ini hanya sekedar informasi. Karena musim dingin di Turki yang keras membuat seluruh bagian negara tidak memiliki musim liburan musim dingin. Sementara ke Turki penerbangan murah dan akomodasi seperti hotel - hotel dan penginapan juga banting harga murah habis - habisan selama musim dingin. Untuk aku yang solo backpacker? Tenang saja! Kalian pinya handphone android kan? Jika kalian tidak menginginkan Tour guide juga tidak  apa - apa, karena kalian bisa menggunakan Feature GPS untuk membantu kalian berekplorasi di Istanbul. Jadi, kemungkinan untuk sesat, mungkin akan terhindar. Tinggal hidupkan GPS nya! Buka peta wisata di Istanbul. Produk IT ini akan membantu kalian dalam menunjukkan kalan. Mudah bukan? Happy traveling! Semoga informasi diatas dapat membantu.






See my Pictures Journey on Instagram: www.instagram.com/andrafakhrian

Jempatan Bosphorus (jembatan penghubung Benua Asia - Benua Eropa)

4 komentar:

  1. Naik apa enaknya mas, kalau naik pesawat mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi! untuk perjalanan ke luar negri, memang harus ditempuh dengan via pesawat :), jika ingin budgetnya lebih murah. Bisa memilih keberangkatan via malaysia atau jepang, jangan langsung dari Indonesia.
      Dan, kalau mau lebih murah, terutama air-farenya, bisa datang pada musim salju. Tapi bukan rekomendasi ya... soalnya pada musim salju, harga tiket ke Istanbul dibandrol sangat murah. ;) Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.....

      Hapus
  2. Kalo bejukung pang bebila sampai

    BalasHapus
  3. So great, Andra! Did you go to Istanbul just for travelling? Or Did you join some conference? :D

    BalasHapus