"Manfaat Teknologi Informasi Versi Andra Fakhrian"


"Manfaat Teknologi Informasi Versi Andra Fakhrian"


“Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda, tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan.”

Franklin D Roosevelt




Kehidupan English Debater jelas sangatlah krimanal. Pernahkah kau lihat mereka mengeksekusi musuh tepat dengan mulutnya? 
Skenariopun masih berepisode, coba kau lihat di hujung sana, rupa – rupa srigala sedang bersikeras dengan prinsipnya. Tiga tahun menggeluti ajang yang paling bergengsi pada perlombaan bahasa inggris ini. Alhasil, ternyata ampuh juga memberikan sentuhan tajam dalam dunia komunikasi dan mengasah penalaranku. Tapi herannya aku tidak pernah mau kalah kalau berdebat, dimanapun dan kapanpun, ke orang tua juga! Eh durhaka dong! Pokoknya ide–ide cemerlang itu selalu datang tak diundang, yah walaupun levelnya masih kaya dada tiarap.

Maybe that’s the magical buried in the debater’s soul. Ah, mungkin cuma aku? Nyatanya jika bertemu dengan debater lainnya disaat bukan lomba, sangatlah mustahil perdebatan usai jika tidak ada proffesional adjudicator sebagai titik kontrol ribuan argumentasi yang berduri itu.

Debate? Nih! Kronologi Aku Sama Dia....

Ketertarikanku didunia debat, bermula dari kecintaanku kedia. Kuhabiskan waktu berpacaran bersama pasangan yang begitu setia 24 jam rela jadi bantal dan gulingku, Laptop and Gadget, walaupun kena iler, tapi masih saja setia. Bercanda gurau dengan produk ini, eh ternyata menambah ketertarikanku di dunia IT yang bersahabat sekali dengan pelajaran fovoritku, bahasa Inggris. Keromantisannya ketika menemaniku dan ajarkanku bahasa inggris melalui media–media sosial dari produk olahannya, ternyata mujarab juga metodenya.

4 tahun yang lalu, ia arahkan jari–jariku, bahkan memaksaku menekan tombol keyboard “E N G L I S H D E B A T E”. Dan ternyata, kata itu telah terpatri lekat tepat di rusukku hingga sekarang.
Makanya aku dilema, takutnya terjadi cinta segi-segian diantara aku, dia dan dia......

Seiring bersama metode yang ku tekuni bertahun-tahun, ternyata telah mengajarkanku memahami hakikat dari kata seorang “Guru” lebih dalam lagi. Ternyata kata Guru tak hanya kita jumpai di kampus dan di sekolah saja, tapi “Guru” bisa datang dari mana saja. Oleh karenanya, semakin banyak guru yang kita miliki, berarti semakin banyakkan orang yang memperhatikan kita? Otomatis kita bisa dengan mudah menelaah grafik perkembangan skill kita dari hari ke hari?
Kok bisa? Kan kita punya 1000 Guru. Hah, gimana sih? Coba bayangkan, sebagai ratu sosial media, pasti kalian punya banyak dong aplikasi sosial media, ngaku? Benar gak?

Nah, selain digunakan untuk Kepo, coba gunakan jaringan itu sebagai metode belajar kalian. Contohnya kalian chatting sama native speaker, bahkan ada media yang namanya skype, taukan?
Nah, itu bisa digunakan sebagai metode belajar loh, bayangkan saja kalian aktif menerapkannya setiap hari, bahkan jadi kebiasaan nantinya. Jadi, pada akhirnya hal itu pasti akan mendarah daging.
Memang tak bisa dipungkiri, semua orang pasti akan mengerti dan menyadari arti dari sebuah proses ketika mereka telah berada diposisi BISA. Jadi, buang jauh–jauh tuh pertanyan “kapan ya aku bisa?”. Coba jalanin aja dulu, insha Allah pasti akan bisa, tapi dengan catatan!

“Cintailah dia jika kamu ingin dicintai”
Maksudnya?

Jadi sebelum kamu terjun menggeluti bidang yang kamu mau, kalau kamu tidak tanamkan kata Cinta dulu, mana mau dia dekatin kamu. So, coba tanamkan cintamu yang tulus padanya, pasti dia akan berikan semuanya untuk mu. Bahkan, bawaannya pengen nempel terus sama kamu, kan kamu janji! fokusmu hanya untuknya, nah, jangan heran! Makanya jadiin ilmu itu PACAR.

Selangkah, demi selangkah.....
Lihat tanggamu! di tangga nomor berapakah sekarang kamu berpijak?
Langkahkan lagi, teru.... dan terus.......

Dan ketika kalian berada diposisi BISA,  saatnya adalah pembuktian!

Bisa...Bisa...Bisa...Bisa...Gagal??..coba!!
Gagal???...coba!!!....
Bisa!!...Bisa!!!...Bisa!!!!....

“Percayalah, karena Hasil takkan pernah menghianati usaha”

Langsung ku teringat di suatu moment pengalaman pertama debatku di Malaysia. Atmosfir yang penuh dengan ketegangan, dengan pengalaman berdebat yang masih sangat belia. Tubuh bergetar senada dengan detak jantung, Kupasang wajah sangar,  lirik kiri–kanan, melihat wajah chair adju, panel dan N1 pasang muka batu, ku pencet tombol stopwatch.
Didetik pertama menuju 7 menit, ku hentakkan atmosfir itu. Permainan  dimulai.......!


Hantaman Instrupsi yang tak ada hentinya sungguh menguji ketangguhan pondasi. Rebuttals yang membunuh satu sama lainnya di British Parliamentary System buat skenario makin panas. Mental siapa yang tidak kuat, bisa kencing dicelana tuh, lihat saja tuh di depan dan di sampingmu, ribuan mata terbelalak saksikan performa mu. Bagaimana?


Ah, Debate!
Even how scary you are to to me, i never feel afraid, why should i ?
Ya iya lah! Jika sebuah ilmu itu telah dijadikan pacar, mengapa harus takut?

International Public Speaking 

3 komentar:

  1. Hu'um q sering dengar jg " Kalo km pengen menakhlukan Engish/ apapun, cintailah dia dulu baru ntr dianya yg mencintai" hahaha
    dan itu salah satunya terbukti ma km :D
    Pacarmu keren, kun! Q sudah sejak lama mengidam-ngidamkannya :') dan mencoba menarik perhatiannya. Loh!
    Well, moga langgeng deh dan jadi Master in English.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah apa an coba, ini metode rahasia ku........sttt....
      kok tampilan blog anda merah merona banget.....? gkgkg:D

      Hapus
  2. your secret is public secret :P
    merah merona? mungkin km bukanya belum sepenuhnya teruka sempurna. background nya kan gampar lampion....

    BalasHapus